Karakteristik Kurikulum Merdeka

Karakteristik Kurikulum Merdeka untuk PAUD, SMA dan SMK

Perlu Anda ketahui bahwa karakteristik kurikulum merdeka antara tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA berbeda-beda. Hal itu dikarenakan semuanya harus disesuaikan dengan usia para peserta didik. Dengan begitu akan mempermudah dalam mewujudkan tujuan utama dari program itu.

Karakteristik Kurikulum Merdeka untuk Jenjang Pendidikan PAUD

Karakteristik kurikulum prototype untuk berbagai satuan pendidikan memiliki ciri yang berbeda-beda. Untuk jenjang PAUD sendiri lebih mengedepankan pada proses pembelajaran melalui permainan yang mendidik. Tidak hanya itu saja tetapi masih banyak lainnya seperti berikut.

Bermain Merupakan Proses Belajar Utama

Karakteristik kurikulum merdeka untuk satuan pendidik PAUD yang pertama yaitu bermain merupakan proses belajar utama. Hal itu tentunya sesuai dengan usia anak. Pada umur tersebut anak lagi fase senang-senangnya bermain dan memiliki keingintahuan yang besar.

Dengan begitu untuk mendukung ketercapaian program belajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Maka kegiatan yang dilakukan anak tersebut perlu untuk difasilitasi. Dalam hal ini semua pihak dituntut untuk saling mendukung baik pengajar hingga orang tua.

Penguatan Literasi Dini

Literasi bukan diartikan seorang anak harus bisa membaca secara mandiri. Akan tetapi merupakan kemampuan dalam mengungkapkan dan menceritakan kembali informasi yang sudah didengar, dilihat dan diamati. Di sini peran pengajar sangatlah penting.

Penguatan literasi di sini juga harus mengacu kepada kegiatan pembelajaran kontekstual yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari anak. Hal itu dikarenakan untuk membentuk karakter peserta didik. Di samping itu juga mengajarkan untuk bersosialisasi.

👉 TRENDING  Tampilan Rapot Laporan Hasil Belajar Kurikulum Merdeka

Meningkatkan Kesiapan Bersekolah ke Jenjang Selanjutnya

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa pendidikan di Indonesia wajib dimulai pada tingkat sekolah dasar. Dengan begitu untuk jenjang PAUD termasuk proses menyiapkan peserta didik ke SD. Maka dari itu Fokus utama dari tingkatan ini bukan skill calistung anak.

Namun fokus utamanya yaitu pembentukan nilai-nilai karakter kepada siswa. Hal itu bertujuan agar anak siap memasuki ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Maka dari itu karakteristik kurikulum merdeka untuk paud yakin sebagai pondasi meningkatkan kesiapan bersekolah.

Pembelajaran Berbasis Projek

Di dalam kurikulum Merdeka PAUD pembelajaran dilakukan berbasis project. Hal ini memiliki tujuan untuk menguatkan profil peserta didik Pancasila. Umumnya kegiatan tersebut akan dilakukan pada perayaan hari besar dan tradisi lokal yang ada di Indonesia.

Dalam penerapannya Terdapat 6 dimensi profil pelajar. Diantaranya terdiri dari berkebhinekaan global, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, beriman, gotong royong Mandiri, berpikir kreatif dan bernalar krisis. Hal tersebut dilakukan dengan membangun budaya sekolah.

Karakteristik Kurikulum untuk Jenjang SMK dan SMA

Karakteristik kurikulum merdeka jenjang SMK dan SMA memiliki perbedaan dengan tingkatan PAUD. Pada Sekolah Menengah Atas lebih mengedepankan peminatan bagi para siswanya. Dengan begitu pada kelas 10 peserta didik akan mulai menentukan mapel.

Untuk mata pelajarannya sendiri akan disesuaikan dengan minat dan keahlian para siswanya. Sedangkan pada SMK lebih melibatkan dunia kerja di dalam pelaksanaan kegiatan belajar. Bukan hanya itu saja penambahan persentase di bidang kejuruaan menjadi 70%.

Pada SMK pelaksanaan praktek Kerja lapangan dilakukan paling sedikit satu semester. Tidak hanya itu saja juga terdapat pemberian waktu khusus untuk pelaksanaan project. Hal itu memiliki tujuan untuk menguatkan profil pelajar Pancasila.

👉 TRENDING  Cara Mendaftar Kurikulum Merdeka Belajar dengan SMPKB

Demikianlah pembahasan karakteristik kurikulum merdeka yang harus dipahami oleh semua kalangan. Dengan begitu para pengajar wajib menerapkannya pada satuan pendidikan masing-masing. Hal itu dikarenakan untuk mewujudkan dan menciptakan siswa yang kompeten.