Substansi Perubahan Kurikulum Merdeka belajar

Perubahan Kurikulum Merdeka Belajar yang Wajib Diketahui

Salah satu substansi perubahan kurikulum merdeka belajar yaitu adanya krisis pendidikan yang ada di Indonesia. Ditambah lagi diperburuk dengan adanya pandemi covid-19. Maka, membuat metode tatap muka beralih secara online atau PJJ.

Substansi Perubahan Kurikulum Merdeka belajar

Di bawah Mendikbud Nadiem Makarim terjadi perubahan pada substansi program pendidikan. Dalam kebijakan itu, ada empat hal yang kembali diubah dalam teknis pelaksanaannya. Seperti USBN, RPP dan peraturan penerimaan peserta didik baru secara zonasi.

Dalam hal ini seluruh pihak penyelenggara pendidikan diwajibkan bisa beradaptasi dengan substansi kebijakan Merdeka belajar itu. Mulai dari jajaran Pemda, organisasi perangkat daerah dan tenaga pendidik. Peraturan tersebut pastinya harus segera disesuaikan.

Dengan begitu bisa menghindari terjadinya kontradiktif dalam pengimplementasinya. Pada dasarnya salah satu substansi dari kurikulum Merdeka belajar yaitu tidak membebani para peserta didik. Dalam hal ini berupa tugas yang berat dan materi sulit untuk dipahami.

Krisis Belajar yang Ada di Indonesia

Setelah diketahui sebelumnya bahwa substansi perubahan kurikulum merdeka belajar dikarenakan adanya krisis pendidikan di Indonesia. Dalam 20 tahun terakhir ini tanah air sudah mengalami pergantian kurikulum nasional sebanyak 3 kali. Yaitu, terdiri pada tahun 2004, 2006 dan 2013.

Perlu Anda ketahui bahwa menurut studi IFLS menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2000 hingga 2014. Penguasaan pelajaran matematika dasar untuk siswa SD, SMP dan SMA cenderung Mengalami penurunan. Hal itu menyebabkan kualitas pendidikan stagnan.

Namun sayangnya permasalahan multidimensi terus itu belum bisa dipecahkan melalui pergantian kurikulum. Krisis belajar di tanah air hanya bisa diatasi jika ada perubahan yang sistematik. Salah satu cara yang saat ini dilakukan pemerintah yaitu kebijakan prototype.

👉 TRENDING  Perbedaan Kurikulum Merdeka Belajar dan K13 di Tingkat SD

Tantangan para Guru dalam Perubahan Kurikulum Merdeka Belajar

Perlu diketahui bahwa pada k13 setelah diluncurkan membutuhkan waktu kurang lebih 5 tahun agar bisa diterapkan secara sempurna. Tentunya dengan perubahan kurikulum Merdeka ini ada tantangan besar yang dihadapi guru. Di mana diperlukan kesiapan menerjemahkan isinya.

Di samping itu kurikulum merdeka sangatlah tipikal dengan inovasi dan kreativitas pembelajaran. Ditambah lagi kebutuhan belajar dan minat setiap peserta didik berbeda-beda. Dengan begitu menyebabkan guru harus menginterpretasi pembelajaran yang sesuai.

Untuk mengatasi tantangan itu para guru harus bersikap adaptif. Adapun caranya yaitu belajar mandiri dan sharing kepada rekan sejawat. Alhasil, bisa mengurangi faktor penghambat implementasi kurikulum paradigma baru di satuan pendidikan.

Strategi untuk Keberhasilan Merdeka Belajar

Strategi pertama yang bisa dilakukan agar kurikulum tersebut berhasil yaitu dengan merubah cara berpikir. Dalam hal ini seluruh stakeholders pendidikan ketika melaksanakan tugas harus mempunyai tujuan yang sama. Misalnya memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Strategi kedua yaitu menciptakan budaya organisasi sekolah yang demokrasi. Pada kegiatan ini peran kepala sekolah selaku pemilik otoritas tunggal sangat dibutuhkan. Maka, harus bisa memimpin bawahannya serta memberikan contoh yang benar.

Perlu diketahui bahwa substansi dari kurikulum prototipe yang sekarang menjadi perhatian khusus Mendikbud adalah ingin menciptakan suasana belajar di sekolah yang menggembirakan. Maka dari itu perlu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Demikianlah pembahasan tentang substansi kurikulum merdeka belajar yang wajib diketahui berbagai pihak. Dengan begitu diharapkan tujuan utama dari program tersebut bisa terwujud dengan cepat dan tepat. Hal itu tentunya membuat sistem pendidikan di Indonesia lebih baik.