Menuju Transformasi Pendidikan

Transformasi Digital Dalam Dunia Pendidikan Di Indonesia

Telah kita ketahui, Sejak awal pandemi banyak institusi Pendidikan yang memindahkan sistem pembelajarannya secara online, atau yang sering kita sebut Pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sejak adanya sistem pembelajaran online ini, semua kegiatan pendidikan dilakukan secara digital. Perlahan tapi pasti, kita  merasakan pergeseran dari system konvensional ke digital dalam dunia pendidikan, khususnya di negara kita tercinta ini.

Melalui artikel ini kita akan membahas bersama tentang transformasi digital dalam dunia pendidikan. Jadi silahkan simak sampai habis!

Apa itu Transformasi Digital?

Arti transformasi digital adalah mengubah penggunaan teknologi dari analog ke digital. Di dunia sekarang ini, semuanya  serba digital. Departemen pendidikan juga dituntut untuk berubah ke system digitalisasi. Ini merupakan dorongan untuk mengubah sistem pembelajaran, khususnya di Indonesia.

Di Indonesia, sistem digital juga telah diperkenalkan di perpustakaan. Pernahkah Anda mendengar istilah “perpustakaan digital”, “iPusnas” dan “eLibrary”? Itulah salah satu bentuk dari transformasi digital.

Perpustakaan yang sebelumnya membutuhkan kunjungan fisik kini hanya membutuhkan gadget dan internet untuk mendukung mereka mengakses perpustakaan digital tersebut.

Dampak Transformasi Digital

Dengan transformasi digital, kita akan dapat merasakan dampak yang sangat besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Pada pembelajaran konvensional, kita harus berkendara ke sekolah di pagi hari, Belajar bersama teman di kelas dan mendengarkan guru mengajar di depan kelas.

Sekarang setelah adanya digitalisasi yang masuk ke system pembelajaran, di pagi hari, kita hanya cukup untuk membuka gadget, buka grup kelas, dan melihat tautan kelas serta platform meeting online seperti Zoom, Skype, dan Google Meet.

👉 TRENDING  Perubahan Kurikulum Merdeka Belajar yang Wajib Diketahui

Transformasi digital telah banyak memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Apalagi di masa pandemi seperti ini yang mengharuskan kita untuk meminimalisir kontak langsung.

Manfaat Pembelajaran melalui Media Digital

  • Akses mudah ke materi pembelajaran. Dalam sistem digital, anda hanya perlu untuk memasukkan kata kunci yang ingin and acari ke search engine. Lalu Hasil pencarian secara otomatis akan memunculkan apa yang anda cari.
  • Hemat waktu dan uang. Sebagai contoh, pada pembelajaran konvensional peserta didik mungkin diminta untuk membeli buku teks. Namun, Pada system digitalisasi peserta didik hanya perlu untuk mengunduh materi e-book pada website sekolah/kampus yang tentunya akan memudahkan siswa untuk belajar.
  • Ramah lingkungan. Digitalisasi telah membawa program paperless yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi kertas dan melindungi lingkungan dengan memanfaatkan eBook.
  • Dapat didokumentasikan. kita dapat dengan mudah mendokumentasikannya kapan saja, di mana saja selama kita masih menyimpan ebook tersebut atau memiliki akses untuk mendownload ebook tersebut.
  • Pilihan yang tepat di tengah pandemi. program ini mendukung pembelajaran online atau belajar dari rumah. Ini adalah pilihan yang paling tepat, apalagi di masa pandemi.

Computational Thinking (CT)

Apa itu Computational Thinking? Computational Thinking adalah pemikiran komputasional yang diperlukan untuk merumuskan masalah dan solusi, yang dapat menjadi agen pemrosesan informasi yang efektif dalam pemecahan masalah.  Lalu apa hubungannya dengan transformasi digital?

Transformasi digital membutuhkan penggunaan perangkat pada semua system pengelolaan Pendidikan, Salah satu perangkatnya adalah komputer. Sedangkan berpikir secara komputasional adalah dengan menerapkan teknik ilmu komputer. Tentu saja, siswa, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam transformasi digital di bidang pendidikan harus dapat berpikir secara komputasional.

👉 TRENDING  Perbedaan Kurikulum Merdeka Belajar dan K13 di Tingkat SD