mengapa orang lama tidur
Image Source: pixabay.com

Mengapa Orang Lama Tidur

Beberapa orang sepertinya tidak pernah cukup tidur. Meskipun mereka telah tidur selama berjam-jam, mereka masih kelelahan. Yang lain kurang tidur dan bangun lebih banyak istirahat.

Mendapatkan beberapa jam tidur ekstra di akhir pekan adalah bonus yang bagus. Namun, jika ini adalah kebutuhan sehari-hari, maka mungkin ada masalah dengan tubuh Anda. Bahkan jika Anda masih merasa lelah di siang hari.

The Huffington Post bertanya kepada pakar tidur mengapa beberapa orang tidur tidak teratur dan apa yang harus dilakukan ketika itu menjadi masalah. Inilah jawabannya:

1. Tertanam dalam DNA

Penelitian menyimpulkan bahwa genetika mungkin berperan, karena beberapa orang membutuhkan jam tidur ekstra.

Anda mungkin menderita salah satu dari beberapa gangguan tidur yang menyebabkan Anda memulai hari Anda lebih lambat. Salah satunya adalah hipersomnia, atau “penyakit tidur”. Disebut demikian penyakit ini karena penderitanya merasa kehilangan setelah bangun tidur.

“Seseorang dengan hipersomnia bisa sangat sulit untuk bangun dan 10 jam tidak cukup. Mereka bisa tidur siang selama dua atau tiga jam dan masih merasa perlu memejamkan mata,” kata Emmanuel H. Durante, ahli saraf dan psikiater yang mengkhususkan diri dalam pengobatan tidur di Universitas Stanford.

2. Bisa jadi Tanda Gangguan Tidur

Anda dapat mengembangkan gangguan ini pada usia berapa pun dan penyebabnya masih belum diketahui.

Gangguan neurologis langka yang disebut sindrom Kleine-Levin atau “sindrom putri tidur” juga dapat menyebabkan kebutuhan tidur yang intens.

Penelitian telah menunjukkan bahwa sindrom ini hanya mempengaruhi satu dari satu juta orang.

👉 TRENDING  Cara Mengobati Pilek yang tak Kunjung Sembuh

3. Pengaruh Kesehatan Mental

Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara depresi dan gangguan tidur. Biasanya berhubungan dengan kasus insomnia atau hipersomnia.

Beberapa obat untuk kondisi medis tertentu juga dapat membuat Anda merasa pusing (bingung) dan tidur lebih lama. Jadi pilihan terbaik adalah menemui dokter.

4. Kondisi Medis Lain

Cedera otak traumatis juga dapat menyebabkan tidur berkepanjangan, kata selama. Satu studi menemukan bahwa orang yang baru saja menderita cedera otak traumatis sering tidur lebih lama daripada orang sehat.

Tidur juga memiliki hubungan yang kuat dengan korban trauma, dan penelitian menunjukkan bahwa fungsi otak membaik setelah cukup tidur.

5. Sangat Kurang Tidur

Ketika Anda begadang, wajar saja jika Anda akhirnya tidur di kemudian hari ketika Anda akhirnya mendapatkan kesempatan. Untungnya, ini hanya akibat dari kebiasaan Anda dan bukan indikasi suatu penyakit. Sampai itu menjadi pola tidur alami Anda, kata Durante.

Namun, penting juga untuk diingat bahwa mengganti waktu tidur dengan tidur siang yang tidak teratur atau tidur siang yang lebih lama sepanjang malam tidak selalu memberikan hasil yang diinginkan.

Chervin mengatakan banyak orang berpikir tidur bisa diselamatkan. Jadi mereka tidur malam ini, dan mereka pikir mereka akan menebusnya dengan tidur lebih lama besok malam.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur 10 jam setelah tidak tidur sama sekali hanya meningkatkan kesegaran tubuh pada awalnya. Setelah itu kamu akan jatuh.

Intinya: Jika Anda terus merasa lelah meskipun sudah cukup tidur, temui dokter, kata Durante.

Tetapi jika Anda bangun dengan segar dan siap untuk memulai hari Anda, tidak ada salahnya untuk mendapatkan sedikit tidur tambahan sesekali.

Remaja cenderung tidur lebih lama dan sulit bangun.

👉 TRENDING  Cara Mencairkan JHT Sebelum Mei 2022, bagi Pekerja PHK atau Resign