mengobati pilek

Cara Mengobati Pilek yang tak Kunjung Sembuh

Pilek adalah infeksi virus yang mempengaruhi hidung dan tenggorokan. Penyakit ini membuat Anda sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Biasanya, mengobati pilek dapat diobati secara efektif di rumah, tetapi jika Anda menderita pilek lebih dari dua minggu, Anda perlu menemui dokter untuk memastikan tidak bertambah parah.

Mengobati Pilek dengan Cepat, Melalui Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

1. Minum Lebih Banyak

Hidung meler dan demam menyebabkan Anda kehilangan cairan tubuh. Pastikan Anda minum cukup air sehingga tubuh Anda bisa melawan pilek dan stres fisik akibat dehidrasi.

  • Minum segelas air putih, jus, kaldu bening, atau air jeruk nipis hangat di dekat tempat tidur sebelum tidur. Jika Anda kurang tidur, Anda bisa minum setiap bangun tidur dan mencegah dehidrasi di malam hari. Hindari minuman beralkohol atau kopi karena keduanya dapat menyebabkan dehidrasi.
  • Jika Anda jarang buang air kecil atau buang air kecil berwarna gelap atau keruh, ini adalah dua tanda bahwa Anda mengalami dehidrasi.

2. Tidur lebih banyak

Kebanyakan orang dewasa dalam kesehatan yang baik membutuhkan 8 jam tidur setiap malam. Jika Anda ingin melawan flu, Anda mungkin perlu tidur lebih banyak.

  • Berikan waktu untuk tidur siang. Saat Anda merasa mengantuk, itu adalah cara tubuh Anda memberi tahu Anda apa yang dibutuhkannya.
  • Istirahat penuh memperkuat sistem kekebalan tubuh dan merangsang tubuh untuk melawan pilek lebih efektif.

3. Meringankan Pernapasan dengan Kelembapan

Jika Anda memiliki hidung tersumbat atau batuk, Anda akan sangat sulit untuk tidur di malam hari. Usahakan agar udara di dalam ruangan tetap lembab dengan humidifier yang menghasilkan udara sejuk atau vaporizer. Semakin baik kualitas tidur Anda, semakin banyak energi yang Anda miliki untuk melawan virus flu.

  • Jika Anda tidak memiliki pelembab udara atau alat penguap, Anda dapat membuatnya dengan mudah dan murah. Tempatkan sepanci air hangat di radiator dan biarkan air menguap perlahan semalaman.

4. Jangan Biarkan Tubuh Anda Kedinginan

Saat Anda mengalami demam ringan, udara di sekitar Anda terasa lebih sejuk. Ketika Anda kedinginan sampai ke tulang, energi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk melawan virus flu berkurang. Jika Anda harus pergi bekerja atau sekolah, lakukan pemanasan dengan lapisan pakaian hangat tambahan, seperti jaket bulu tebal. Jika Anda bisa tinggal di rumah, letakkan selimut ekstra di tempat tidur.

  • -Cobalah sebotol air panas atau nikmati secangkir teh hangat jika Anda kesulitan menjaga tubuh tetap hangat.
👉 TRENDING  Hasil Laga El Clasico Barcelona Benamkan Real Madrid 4-0

5. Jaga Tubuh Anda Tetap Berenergi dengan Sup Kaldu Ayam

Nutrisi dan garam dari kaldu dapat meningkatkan elektrolit dalam tubuh. Uap hangat dari kaldu juga dapat memperlancar saluran udara/hidung.

  • Jika Anda masih ingin makan bahan tambahan, Anda bisa menambahkan potongan ayam, mie, kacang polong, wortel, atau sayuran bergizi lainnya ke dalam kaldu sup.

6 Hindari Makanan dan Minuman yang Mengandung Susu

Faktanya, susu (semua jenis lemak, tepatnya) dapat meningkatkan jumlah lendir hidung yang diproduksi tubuh Anda. Produk-produk ini meliputi:

  •  Produk susu (termasuk susu almond dan kedelai)
  •  Yoghurt, puding, krim
  •  mentega, margarin, krim keju (cream cheese)
  •  Produk lain dengan kandungan lemak tinggi

Mengobati Gejala Pilek  yang tak kunjung sembuh

1. Meringankan hidung tersumbat dengan uap

Panaskan air dalam panci dan tambahkan minyak esensial (misalnya minyak kayu putih atau rosemary) ke dalam air. Letakkan panci di atas meja dan hirup uapnya. Uap ini memiliki aroma yang manis, menenangkan Anda dan membantu membuka saluran hidung yang tersumbat.

  • Tingkatkan jumlah uap yang dihirup dengan handuk untuk membentuk semacam “tenda” di atas kepala dan panci. Hirup uapnya setidaknya selama 10 menit atau sampai Anda merasa lega.
  • Anak-anak harus diawasi oleh orang tua untuk menghindari kulit mereka terbakar dari air atau panci panas.
  • Jangan menghirup minyak kayu putih secara langsung atau biarkan anak-anak menghirupnya karena minyak ini beracun.

2. Oleskan Balsem (mis. Uap Gosok) ke Dada Sebelum Tidur

Dengan balsam ini, saluran udara tetap lancar saat Anda berbaring. Oleskan balsem ke kulit di dada dan hirup uap yang dihasilkan balsem. Baca dan ikuti petunjuk pada kemasan sebelum digunakan.

  • Jangan mengoleskan balsem langsung ke lubang hidung karena uap yang mengandung balsem dapat masuk ke paru-paru.

3. Lancarkan Hidung tersumbat dengan Cairan Garam

Meski hanya mengandung air garam hangat, cairan ini juga aman untuk anak-anak. Cairan ini dapat mengeringkan saluran hidung dan membuat pernapasan lebih mudah. Biasanya, produk ini tersedia sebagai obat bebas yang dapat dibeli di apotek.

  • Beberapa semprotan dan tetes garam mengandung lebih dari sekadar air dan garam. Baca informasi bahan pada label kemasan untuk mengetahui apakah produk tersebut juga mengandung pengawet. Karena Pengawet dapat merusak sel-sel yang ada pada dinding saluran hidung. Jika Anda menggunakan produk semprot dengan bahan pengawet, jangan gunakan produk lebih dari dosis yang dianjurkan pada label kemasan. Konsultasikan juga dengan dokter sebelum menggunakannya jika Anda sedang hamil, menyusui atau mengobati pilek pada bayi.

4. Coba dekongestan jika garam tidak bekerja secara efektif

Obat-obatan ini dapat diminum atau digunakan dalam bentuk semprotan hidung. Selain itu, dekongestan tersedia sebagai obat bebas di apotek. Namun, produk ini hanya bisa digunakan selama seminggu (maksimal). Jika penggunaan dilanjutkan selama lebih dari seminggu, produk dapat menyebabkan radang jaringan hidung dan memperburuk gejala pilek. Selain itu, dekongestan juga belum tentu aman untuk digunakan semua orang. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum meminumnya jika Anda:

  •  Anda sedang hamil (atau tidak yakin tentang kehamilan Anda)
  •  Menyusui
  •  Ingin mengobati masuk angin pada anak di bawah 12 tahun
  •  Menderita diabetes
  •  Memiliki tekanan darah tinggi
  •  Menderita hipertiroidisme
  •  Apakah Anda memiliki pembesaran prostat?
  •  Mengalami kerusakan hati
  •  Memiliki masalah ginjal atau hati
  •  Menderita glaukoma
  •  Sedang mengonsumsi inhibitor monoamine oksidase (inhibitor monoamine oksidase).
  •  Sedang mengonsumsi obat lain (termasuk obat bebas atau suplemen herbal) dan tidak yakin tentang interaksi antara obat ini dan produk dekongestan.
👉 TRENDING  12 Pewarna Rambut yang Bagus dan Halal untuk Shalat 2022

5. Atasi Tenggorokan yang gatal dengan Berkumur dengan Air Garam Hangat

Suhu air hangat meredakan sakit tenggorokan akibat batuk. Selain itu, garam dapat membantu melawan infeksi

  • Campur (setidaknya) seperempat sendok teh garam dapur dengan segelas air sampai garam benar-benar larut (dan butirannya tidak terlihat lagi). Jika Anda tidak keberatan dengan asinnya garam, Anda bisa menambahkan lebih banyak garam untuk membuat larutan yang lebih kuat.
  • Miringkan kepala dan berkumur. Anak-anak harus diawasi selama proses ini untuk menghindari tersedak.
  • Cobalah berkumur sekitar satu menit. Jangan menelan air setelah Anda selesai karena air mengandung banyak kuman dari tenggorokan. Muntah air ke wastafel setelah Anda selesai berkumur.

6. Menurunkan Demam atau Meredakan Nyeri dengan Obat Pereda Nyeri

Produk-produk ini juga efektif meredakan sakit kepala dan nyeri sendi. Beberapa obat yang umum digunakan adalah ibuprofen atau paracetamol/acetaminophen. Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau ingin meredakan demam pada anak.

  • Ikuti petunjuk dokter atau petunjuk pada kemasan produk saat menentukan takaran obat, terutama untuk anak-anak. Periksa bahan obat demam yang akan Anda konsumsi untuk memastikan produk tersebut tidak mengandung bahan yang sama. Jika obat yang Anda pilih mengandung bahan yang sama, jangan minum keduanya secara bersamaan, karena ini dapat meningkatkan risiko overdosis.
  • Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak atau remaja karena produk ini telah dikaitkan dengan sindrom Reye.

7. Bicaralah dengan Dokter Sebelum Menekan Batuk

Batuk adalah metode tubuh untuk menghilangkan patogen dan iritasi dari saluran udara. Jika Anda tidak bisa tidur, Anda mungkin perlu menekan batuk Anda. Namun, ini justru mempersulit tubuh untuk membersihkan virus dari sistem tubuh.

  • Jangan memberikan obat batuk pada anak di bawah usia empat tahun. Untuk anak yang lebih besar, ikuti petunjuk pada botol. Jika tidak ada instruksi khusus untuk usia anak Anda, bicarakan dengan dokter Anda tentang penggunaan obat.
  • Sebagian besar dokter anak tidak menganjurkan pemberian obat batuk pada anak, terutama anak di bawah usia 8 tahun, karena obat tersebut tidak berpengaruh signifikan.

8. Hindari obat-obatan yang tidak efektif

Ada beberapa obat yang biasa digunakan orang. Namun, produk ini diketahui kurang efektif atau tidak memiliki cukup bukti untuk menunjukkan keefektifannya. Jika Anda menggunakan pengobatan/pengobatan alternatif, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda karena pengobatan ini mungkin memiliki reaksi yang merugikan terhadap obat lain yang Anda pakai. Obat-obatan ini termasuk:

  • Antibiotik. Pilek disebabkan oleh virus, bukan bakteri, jadi antibiotik tidak membantu pilek.
  • Echinacea. Bukti efektivitas echinacea masih belum jelas. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa produk yang dibuat dari tanaman ini bermanfaat bila dikonsumsi pada tahap awal pilek. Sementara itu, penelitian lain menunjukkan bahwa produk ini tidak efektif meredakan flu biasa.
  • Vitamin C. Ada beragam bukti untuk efektivitas vitamin C. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dapat mempersingkat pilek, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa vitamin C tidak berpengaruh.
  • Seng. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa suplemen seng memiliki efek menguntungkan ketika dikonsumsi pada tahap awal pilek. Sementara itu, penelitian lain menunjukkan bahwa suplemen ini tidak memberikan manfaat. Jangan mengonsumsi suplemen seng dalam bentuk semprotan hidung, karena produk ini dapat mengurangi atau menghilangkan kemampuan Anda untuk mencium.

9. Bawa anak Anda ke dokter jika mengalami infeksi serius.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan infeksi anak Anda bukan kondisi yang lebih serius daripada flu biasa. Gejala yang harus diwaspadai antara lain:

  • Demam di atas 38°C pada bayi berusia kurang dari tiga bulan
  • Demam dan pilek pada anak berusia antara tiga bulan dan dua tahun. Hubungi dokter untuk melihat apakah anak Anda perlu diuji.
  • Anak yang lebih besar harus dievaluasi oleh dokter jika mereka mengalami demam atau demam lebih dari 39,4°C selama lebih dari tiga hari
  • dehidrasi. Anak-anak yang mengalami dehidrasi mengalami kelelahan, jarang buang air kecil, atau buang air kecil berwarna gelap atau keruh
  • muntah
  • Sakit di perut
  • Kesulitan untuk tetap terjaga
  • Sakit kepala yang kuat
  • Leher kaku
  • Penyakit pernapasan
  • Menangis berkepanjangan, terutama pada anak-anak yang terlalu muda untuk menjelaskan apa yang mereka alami atau rasakan
  • sakit telinga
  • Batuk yang tidak kunjung hilang
👉 TRENDING  Gejala, Penyebab, Pengobatan Penyakit Hernia yang Perlu Diketahui

10. Jika Anda adalah orang dewasa dengan infeksi serius, temui dokter

Gejala yang biasanya timbul wajib diwaspadai pada orang dewasa adalah:

  • Demam mencapai 39,4°C atau lebih tinggi
  • Berkeringat, kedinginan dan batuk dengan dahak berwarna
  • Pembengkakan kelenjar yang parah
  • Sakit sinus parah
  • Sakit kepala yang kuat
  • Leher kaku
  • Kesulitan/keterbatasan dalam bernafas

Mencegah Pilek/Flu

1. Usahakan untuk sering mencuci tangan

Jangan menyentuh mata, hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Anggota badan ini adalah “pintu gerbang” untuk semua virus flu. Dengan sering mencuci tangan, Anda dapat mengurangi jumlah virus di tangan Anda.

  • Gosok tangan dengan sabun di bawah air mengalir setidaknya selama 20 detik. Jika tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
  • Cuci tangan setelah batuk, bersin, meniup hidung atau berjabat tangan dengan orang lain.

2. Hindari orang yang sedang sakit

Ini berarti menghindari berjabat tangan, memeluk, mencium, atau menyentuh orang yang menunjukkan gejala pilek. Jika memungkinkan, bersihkan benda-benda seperti keyboard, gagang pintu, atau mainan yang pernah disentuh oleh orang atau anak yang sakit. Anda juga dapat membatasi ekspos terhadap orang sakit dengan menghindari kerumunan besar. Ini penting, terutama di keramaian di tempat-tempat kecil dengan sirkulasi udara yang buruk seperti:

  • Sekolah
  • Kantor
  • Transportasi umum
  • Ruang kuliah

3. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi

Biasanya, pilek tidak merusak nafsu makan Anda. Jika Anda merasa seperti pilek akan datang, pastikan Anda memberikan tubuh Anda nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap sehat dan melawan virus flu.

  • Makan banyak buah dan sayuran untuk mendapatkan vitamin yang Anda butuhkan.
  • Roti gandum utuh bisa menjadi sumber energi dan serat yang baik.
  • Dapatkan asupan protein dari sumber protein sehat dan rendah lemak seperti daging sapi, biji-bijian, ikan dan telur.
  • Bahkan jika Anda merasa lelah atau lesu, hindari makan makanan olahan atau kemasan. Ada kemungkinan makanan tersebut mengandung banyak gula, garam dan lemak. Jenis makanan ini mengisi Anda tanpa memberikan diet seimbang nutrisi yang Anda butuhkan.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum minum obat, suplemen makanan, atau obat herbal apa pun. Ini penting, terutama jika Anda sedang hamil (atau berpikir Anda mungkin hamil), menyusui, atau mengobati flu anak.

Jangan berikan aspirin kepada anak-anak dan remaja. Berikan ibuprofen atau acetaminophen (Tylenol) sebagai gantinya.

Selalu baca dan ikuti petunjuk produsen untuk penggunaan pada kemasan obat.

Obat yang dijual bebas, obat herbal, dan suplemen makanan dapat bereaksi terhadap obat tertentu. Pastikan dokter Anda mengetahui semua obat yang Anda pakai.

Jangan menjalani beberapa perawatan dengan zat aktif yang sama secara bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan