perang rusia ukraina

Dampak Perang Rusia Ukraina, IHSG Langsung Anjlok 2,3%!

Perang antara Rusia dan Ukraina telah pecah! Hal ini diperkirakan akan berdampak luas pada perekonomian global.

Direktur eksekutif Institute for Economic and Financial Development (INDEF), Tauhid Ahmad mengatakan pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina akan berdampak pada bahan baku.

“Tentu ini efek pertama harga minyak langsung tembus di atas 100 dolar AS per barel,” ujarnya , Kamis (24 Februari 2022).

Dia menjelaskan, hal ini menimbulkan ekspektasi dari sisi pasokan komoditas. Karena ada hambatan distribusi dan sebagainya.

“Misalnya, Rusia mengirim ke Eropa dan sebagainya. Sementara itu, orang pasti akan menghentikannya karena tindakan Rusia akan dibalas secara ekonomi, terutama oleh anggota NATO,” katanya.

Rusia adalah produsen utama minyak dan gas. Menurut dia, perang akan menaikkan harga komoditas migas, kemudian berdampak pada komoditas lainnya.

“Rusia secara automatis mempunyai bahan komoditi khusus minyak dan gas. Hal ini akan menyebabkan kenaikan harga. Tentu saja, ketika harga komoditas minyak naik, komoditas lain biasanya sama, bahan pokok, dan ini adalah komoditas impor lain bagi kami,” jelasnya.

Selain itu, perang juga berdampak pada pasar keuangan. Perang antara Rusia dan Ukraina membuat pasar keuangan bergejolak.

Konflik Rusia-Ukraina menciptakan ketidakamanan bahan mentah.
Hal senada dikatakan ekonom Center for Economic Reform in Indonesia (CORE) Yusuf Rendy Manilet. Dia mengatakan perang antara Rusia dan Ukraina akan membawa perubahan dalam ekonomi global, terutama didorong oleh harga komoditas.

“Kami menyaksikan Rusia sebetulnya tidak cuma penghasil minyak paling besar dunia, tapi juga penghasil gas sekalian bahan baku penting yang dipakai oleh beberapa negara di Eropa, khususnya kemungkinan di Eropa Timur,” ujarnya.

Perang, lanjutnya, menciptakan ketidakpastian, terutama di sisi penawaran. Menurut dia, ketidakpastian di sisi penawaran akan memicu kenaikan harga. Dia mengatakan kenaikan harga minyak akan diikuti oleh komoditas lainnya.

👉 TRENDING  Beli Emas Antam Dimana? Yaa di Tokopedia

Harga komoditas yang tinggi juga mempengaruhi perekonomian negara-negara tertentu. Misalnya, harga gas yang tinggi akan mempengaruhi produksi, khususnya industri.

Selain itu, perang antara Rusia dan Ukraina juga akan merambah ke pasar keuangan. “Ini lebih ke sentimen di pasar keuangan, yang memiliki arti ini akan menghalangi rekondisi, harga minyak semakin lebih tinggi. Sentimen sebetulnya tidak begitu baik untuk pasar keuangan,” ujarnya.

IHSG langsung turun 2.3%!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sore ini. IHSG jatuh akibat invasi Rusia ke Ukraina .IHSG masih ada di zone merah semenjak pagi hari ini.

Pagi ini IHSG terpantau melemah sejak pre-trade. Pada pra-perdagangan, IHSG turun 7 poin (0,11%) menjadi 6.912. Sedangkan indeks LQ45 juga turun 3 poin ke level 981.

Kemudian pada pukul 09.05 hari ini IHSG masih melemah. IHSG turun 22 poin atau 0,33% ke level 6.817. Sementara itu, indeks LQ45 juga berada di level 981 atau turun 4 poin (0,41%).

Di akhir sesi perdagangan pertama, IHSG sempat tertahan di level 6.807 turun menjadi 112 poin atau 1,63%. Indeks LQ45 juga turun 1,54% atau 15 poin menjadi 969.

Saat perdagangan dibuka kembali, IHSG terus melemah. IHSG justru turun 159 poin atau 2,31% ke level 6.760. Indeks LQ45 turun 22 poin atau 2,23% menjadi 963.

Namun berdasarkan riset Artha Sekuritas, IHSG diprakirakan akan menguat pada sore nanti. Secara teknis, candlestick membentuk higher high dan higher low dengan ekstensi stochastic setelah membentuk golden cross.

IHSG berpotensi menembus all-time high. Kekhawatiran global tetap ada atas ketegangan seputar invasi Rusia ke Ukraina. Sekarang ada peningkatan harian dalam kasus Covid-19 di dalam negeri, meskipun mereka mulai diabaikan.

👉 TRENDING  Apa itu Metaverse, Dunia Virtual serta Crypto dan NFT di Indonesia

Sementara itu, pasar saham AS berakhir melemah. Dow Jones ditutup pada 33.131,76 (-1,38%), NASDAQ ditutup pada 13.037.49 (-2,57%), S&P 500 ditutup pada 4.225,50 (-1,84%).

Indeks acuan Wall Street ditutup melemah tajam pada hari Rabu, mencapai level terendah pada tahun 2022 karena Ukraina menyatakan keadaan darurat dan Departemen Luar Negeri AS mengatakan invasi Rusia ke Ukraina masih mungkin terjadi.

Departemen Luar Negeri AS menambahkan bahwa Washington tidak melihat indikasi bahwa Rusia akan mundur. Gedung Putih menjelaskan Presiden Joe Biden tidak punya niat kirim pasukan AS ke Ukraina. Di sisi lain, investor juga mengkhawatirkan kemungkinan pengetatan agresif oleh Federal Reserve untuk melawan inflasi.

Berikut pergerakan bursa Asia di tengah invasi Rusia ke Ukraina, selain IHSG sore ini:

Indeks Nikkei turun 509 poin (1,81%) menjadi 25.940

Indeks Hang Seng turun 760 poin (3,37%) ke 22.899

Indeks Shanghai turun 53 poin (2,5%) menjadi 3.435

The Strait Times Index turun 106 poin (3,12%) menjadi 3.286

Itulah data IHSG sore ini di tengah invasi Rusia ke Ukraina.